Kamu sudah kembali, setelah berhari-hari aku tak melihatmu. Ada bahagia sekaligus perih...
Bahagia karena kamu kembali dengan selamat, dan aku bisa melihatmu seperti dulu lagi. Perih, karena lagi-lagi hatiku merasakan sakit itu. Rasa sakit yang selalu muncul begitu saja saat melihamu.
Sungguh menyebalkan....
Aku menjadi semakin membenci diriku. Membenci kedua mataku yang selalu bisa melihat sosokmu di manapun kau berada, meski di tengah keramaian ataupun dalam kegelapan. Membenci kedua telingaku yang begitu mengenali suaramu. Membenci jantungku yang tak bisa berdetak dengan normal bila ada di dekatmu. Membenci hatiku yang selalu senang saat mendengar namamu dan segala hal tentangmu. Membenci pikiranku yang selalu saja menghadirkan bayangmu tanpa pernah bisa ku cegah. Aku muak dengan semua ini.
Ini memang sepenuhnya salahku dan kebodohanku. Kamu tak punya salah sama sekali. Bahkan kamu mungkin tak pernah tahu dan memang tak perlu tahu.
Sekali lagi aku mencoba untuk berdiri. Bangkit dari kebodohan ini. Candu yang telah mengacaukan pikiranku. Ku tahu akan ada yang terbaik pada waktu yang baik. Yang perlu kulakukan adalah tetap bersabar menunggu, berdoa dan memperbaiki diri, juga menjaga hati. I'll try to keep walking in the right line...