03 Agustus 2009

Dirimu...

Sebuah catatan dari masa lalu...


Aku melihatmu pagi ini seperti pagi kemarin, dan pagi sebelumnya. Hatiku jadi bertanya, sejak kapan ada dua matahari di dunia? Cahayamu yang begitu terang menyilaukan mata. Hingga aku berpikir mungkin lama-lama aku bisa jadi buta jika terus menatapmu seperti ini. Sinarmu yang begitu hangat, yang selalu menjadi sumber energi bagiku untuk menjalani hari.
Entahlah, mungkin rasa ini memang benar bernama cinta. Akupun tak tahu….
Yang ku tahu aku selalu menyayangimu, baik sebagai teman, abang, atau mungkin memang lebih dari itu. Hanya Tuhan yang tahu ke mana rasa ini akan bermuara.
Yang ku tahu hingga detik ini masih agak sulit bagiku untuk biasa saja jika berada di dekatmu. Yang ku tahu, jantungku selalu kesulitan mengatur detaknya saat bersamamu. Ada yang aneh pada diriku jika mendengar namamu. Ada bagian hatiku yang merasa begitu senang saat namamu muncul di layar ponselku, meskipun tak pernah ada yang istimewa dari isi SMSmu. Dirimu selalu istimewa..meski aku sendiri tak tahu apakah kehadiranku cukup berarti dalam kehidupanmu.
Aku tak pernah punya cukup nyali, bahkan untuk bermimpi. Apalagi untuk mengungkapkannya. Biar rasa ini terus mengalir menuju tempat di mana seharusnya dia berakhir.
Aku hanya ingin selalu bisa melihatmu, meskipun itu membuat hati semakin sakit. Aku ingin selalu jadi sahabatmu, selalu ada untukmu. Menjadi orang yang kau butuhkan. Tak peduli apapun posisiku di hatimu.
Biarkan Tuhan yang menjawab semua tanya dan doaku. Karena Dia selalu Maha Tahu
Dan Dia tahu apa yang kubutuhkan , bukan sekedar apa yang kuinginkan

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Langit Biru. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.