Sulit untuk memepercayai apa yang ku dengar. Kau bilang aku harus menunggumu, aku tidak boleh mendahuluimu dan kita harus bersama di wisuda nanti. Entahlah apa maksud di balik kata-katamu itu. Mungkin hanya sebuah kalimat biasa yang terucap dari mulut seorang sahabat, pesan bagi sahabatnya. Aku tidak berani berharap kata-kata itu berarti lebih…aku hanya sanggup menjawab dengan tulus,,,”Ya, aku akan menunggumu. Dan kamu harus tetap semangat untuk mengejar cita-cita itu.”
Meskipun belakangan aku tahu, akan agak sulit bagimu mewujudkannya. Lagi-lagi kamu harus rela menunda mimpi itu untuk suatu amanah yang cukup besar. Padahal aku tahu, kamu sudah cukup lelah bergulat dengan semua beban itu. Tapi itulah kamu dan segala kebaikanmu. Seandainya bisa, inginnya aku menanggung sebagian beban itu, agar pundakmu lebih ringan. Inginnya aku menjadi seseorang tempatmu berbagi, meski hanya sekedar mendengarmu berkeluh kesah, meski hanya menjadi tempat sampah buatmu, apapun yang kau butuhkan…
Mungkin aku akan tetap seperti ini…tetap menyayangimu sampai kapanpun. Mungkin aku akan menunggu…sebulan, dua bulan…setahun, dua tahun, atau entah berapa lama lagi aku sanggup. Walaupun tanpa kepastian, walaupun ini terlalu indah untuk jadi nyata, walaupun aku merasa semakin bodoh karenanya. Mungkin aku akan tetap menunggumu, memastikan apa yang ada di hatimu. Walau ku tahu sangat kecil kemungkinannya sama dengan hatiku.
Atau mungkin juga aku akan cepat menyadari ini semua tak lebih dari impian belaka, aku harus segera terjaga. Mungkin besok, lusa, seminggu lagi, atau setahun lagi aku akan segera melupakanmu dan menemukan sosok “dia” yang lebih tepat untukku. Mungkin suatu saat nanti aku akan membaca semua tulisan ini sambil menertawai diriku yang begitu polos. Mungkin …..
Ada sejuta kemungkinan yang bisa saja terjadi. Masa depan, biarlah menjadi rahasiaNya…..
Yang ku tahu sekarang ini, aku masih menyayangimu. Masih rasa sayang yang begitu sulit kudefinisikan apakah saying untuk seorang teman, sahabat, kakak, atau lebih dari itu…
Yang ku tahu, sekarang ini sinarmu masih menjadi sumber cahayaku. Matahari kedua yang bersinar di langit biruku pada siang hari. Dan bintang paling terang yang menyinari langit malamku.
Yang ku tahu, di hati ini masih ada kamu , dan semua tentangmu….
0 comments:
Posting Komentar