Aku ingin ini adalah tulisan terakhirku tentangmu. Cukup sudah dirimu menjadi tema dari setiap hal yang lahir dari pemikiranku. Saat ini aku akan memuaskan jariku menuliskan semua yang ada di kepalaku tentangmu, berharap semuanya tertuang dan tertinggal di lembaran ini, hanya di lembaran ini, tidak lagi di kepalaku dan di hatiku.
Siang itu kita bertemu di depan jurusan, seperti biasa ada bagian dari hatiku yang melonjak kegirangan tanpa pernah ku sengaja. Dan pertemuan itu menjadi perbincangan, basa-basi tentang kesibukan kita masing-masing, tentang mimpi dan cita-cita sambil kita berjalan menyusuri koridor. Entahlah, aku tidak bisa mendefinisikan isi hatiku. Rasanya perih, bersamamu seperti ini adalah hal yang selalu kuinginkan sekaligus juga paling kuhindari. Tapi entah mengapa aku hanya tetap berjalan di sampingmu walau cuma beberapa langkah dalam jarak beberapa meter dan hanya bercerita hal yang tak penting. Aku ingin merasakannya, mungkin untuk terakhir kalinya. Setelah menyelesaikan kuliah dan segala tetek bengek wisuda aku bertekad akan membuka lembaran baru hidupku, mencari kehidupan baru dengan orang-orang baru dengan berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk melupakanmu….
Aku tahu ini tidak akan pernah mudah bagiku, tapi aku akan belajar dan berusaha. Aku lelah hanya bisa terus memperhatikan dan mengagumi sinarmu, aku sudah nyaris buta. Walaupun sebenarnya semua ini bukanlah salahmu. Kamu bahkan tak pernah tahu, dan aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana jika kelak kamu tahu. Terlepas dari kemungkinan bahwa sebenarnya kamu juga menyimpan perasaan yang sama, oh…aku sudah lelah dengan khayalan itu. Jikapun memang benar, biarlah Tuhan yang mengatur jalanNya untuk kita, aku akan ikhlas bagaimanapun akhirnya.
Mungkin sesekali aku akan mengenangmu sebagai sahabatku yang paling baik, paling santun, yang selalu sempurna di mataku. Orang yang pernah membuatku tak bisa apa-apa selama 3 tahun. Mengenang betapa lucunya diriku yang selalu mengharapkanmu dan tak bisa berpaling. Menertawakan kebodohanku yang selalu memikirkanmu di mana saja setiap saat, senyum2 sendiri mengingatmu, kegirangan ketika namamu ada di layar HP, halaman fesbuk, dan daftar teman OLku…betapa tersanjungnya aku ketika melihat namaku sebagai salah sati Featured Friend di FSmu, dan sejuta kebodohan lain.
Kamu mengajarkan aku banyak hal dalam hidup. Menjadi sosok kakakku yang hilang, sosok sahabat laki-laki yang tak pernah ku punya. Jika boleh jujur, semua yang kucari telah ada padamu. Tapi aku tidak akan tenggelam lagi, aku memutuskan untuk terus melangkah, karena kita semua juga terus berjalan . Walaupun mungkin akan butuh waktu yang sangat lama, aku akan terus berusaha.
Aku yakin Allah dan kamu akan membantuku….
0 comments:
Posting Komentar