27 Oktober 2010

Hujan Sore ini....



Di sudut jendela ku terpaku, mengamati titik demi titik air yang jatuh. Masih seperti kemarin, hujan lagi sore ini…

Sebenarnya apa yang salah dengan semua ini? Tidak ada yang salah dengan langit kelabu. Tidak juga semua limpahan air ini. Lalu hawa dingin ini? Tidak, tidak ada yang salah.

Bukankah itu seharusnya semua itu adalah anugerah?Setelah kemarau yang panjang, panas yang membuat gerah, kekeringan yang membuat kita menderita. Hujan adalah berkah bagi bumi dan semesta penghuninya.

Hanya saja, aku tidak terlahir sebagai pencinta hujan. Yang bersenandung senang ketika tetesnya mulai membasahi bumi. Yang bersorak sorak membiarkan tubuh mereka basah kuyup olehnya. Yang menatapi setiap titiknya dengan takjub. Tidak, aku bukan mereka…

Hujan…kelabunya selalu membawa pergi langit biruku. Hadirnya menutupi cahayaku dengan gelap. Dan di atas segalanya, adalah hawa dinginnya, yang kerap menghembuskan rindu. Rindu yang selalu saja mengapung ke permukaan, setelah susah payah kucoba menguburnya jauh di palung hati yang terdalam. Rindu yang datang seperti hantu, membayang-bayangi setiap sudut pandangku. Rindu yang selalu kujaga dengan sekuat tenaga, agar tidak pernah melebihi kadarnya. Rindu yang benar-benar menyesakkan…

Ah, aku benar-benar benci cuaca seperti sore ini….

Aku tahu, aku tahu, langit memang tidak selamanya biru. Tapi bisakah hujan, kau membuat aku mencintaimu?

Tolong enyahkan rindu itu…..

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Langit Biru. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.