17 November 2010
Gelap...
Lalu bintang-bintang itu datang. Kecil, redup, tapi bercahaya. Tersebar di semesta. Walau jauh, tapi aku bisa merasakan keberadaan mereka. Aku bisa melihat mereka tersenyum padaku. Menemani setiap malamku, menenangkan gelisahku. Menyinari gelap di sudut-sudut hati.
Hingga aku bisa melupakan kepergian matahari. Tidak perlu lagi mengharapkan kehadiran sang biru. Cukup bintang-bintang itu menemaniku…
Maka kumohon, malam…jangan cepat berlalu.
27 Oktober 2010
Hujan Sore ini....
Di sudut jendela ku terpaku, mengamati titik demi titik air yang jatuh. Masih seperti kemarin, hujan lagi sore ini…
Sebenarnya apa yang salah dengan semua ini? Tidak ada yang salah dengan langit kelabu. Tidak juga semua limpahan air ini. Lalu hawa dingin ini? Tidak, tidak ada yang salah.
Bukankah itu seharusnya semua itu adalah anugerah?Setelah kemarau yang panjang, panas yang membuat gerah, kekeringan yang membuat kita menderita. Hujan adalah berkah bagi bumi dan semesta penghuninya.
Hanya saja, aku tidak terlahir sebagai pencinta hujan. Yang bersenandung senang ketika tetesnya mulai membasahi bumi. Yang bersorak sorak membiarkan tubuh mereka basah kuyup olehnya. Yang menatapi setiap titiknya dengan takjub. Tidak, aku bukan mereka…
Hujan…kelabunya selalu membawa pergi langit biruku. Hadirnya menutupi cahayaku dengan gelap. Dan di atas segalanya, adalah hawa dinginnya, yang kerap menghembuskan rindu. Rindu yang selalu saja mengapung ke permukaan, setelah susah payah kucoba menguburnya jauh di palung hati yang terdalam. Rindu yang datang seperti hantu, membayang-bayangi setiap sudut pandangku. Rindu yang selalu kujaga dengan sekuat tenaga, agar tidak pernah melebihi kadarnya. Rindu yang benar-benar menyesakkan…
Ah, aku benar-benar benci cuaca seperti sore ini….
Aku tahu, aku tahu, langit memang tidak selamanya biru. Tapi bisakah hujan, kau membuat aku mencintaimu?
Tolong enyahkan rindu itu…..
19 Oktober 2010
Hilang

Bercengkerama dengan gelap
Bertanya pada malam pekat
Adakah yang mampu enyahkan penat?
Aku lupa bagaimana tertawa
tanpa harus pura-pura
Aku lupa cara bercanda
dan merasa bahagia
Aku seonggok daging tanpa nyawa
Aku sebentuk raga tanpa jiwa
Kehilangan kata
Kehilangan rasa
Kehilangan makna
Kehilangan percaya
Ah, aku ingin hilang saja....
A letter for a long lost bestfriend...
Menemukan file ini di sebuah folder di leptop. Hanyalah sebuah coretan di masa lalu. Daripada hanya berakhir di recycle bin, yah ga papalah...dipajang di sini... ^_^
They said we’re in love.
But actually we’re not.
Well, I didn’t know what is inside you
I was so busy curing my broken heart
And now you’re gone…
It feels like you’re running far away from me
I really can’t read your mind
What’s wrong with me?
Did I make any mistake?
Please tell me…
Cuz I really have no idea about it
If I have to lose anything
I’m better giving it away
Than losing a best friend like you
Don’t you know?
It just feels like there’s a hole in my heart
And it’s you, the only one who can cover it up.
You’re just like my rainbow’s blue
It won’t be colourful without you
So if you read this, please come and forgive me
For whatever I did
Forgive me..
And let’s forget it all…
24 Februari 2010
Datang lagi...
Lama tidak menjambangi(cieh, bahasanya!) blog ini lagi. Kalo dibaca-baca lucu juga, beberapa posting terakhir di sini adalah curahan hati tentang dirinya. Beberapa minggu yang lalu blog StarsinurEyes habis ku mutasi ke Wordpress dan berganti nama menjadi Bintang Bercerita. Jadi sekarang pertanyaannya akan ku kemanakan akun blogger ini? Sayang untuk menghapusnya. Sepertinya blog yang StarsinUrEyes itu akan dialihfungsikan. Namanya mungkin akan tetap, tapi masih bingung mau nulis apa di sana dan selanjutnya di sini juga mau nulis apa. Sayang aja ni blog nganggur.
Jadi ada beberapa pilihan. Pertama, blog ini akan tetap berisi curhatan yang jujur dari hati, puisi, atau karya yang agak sedikit sok sastrawan gitu, trus blog satunya lagi ku jadikan semacam Galeri atau tempat review buku, lagu, film, atau apapun yang telah diterima oleh inderaku dan menarik untuk dibahas. Pilihan kedua, Bintang Bercerita memuat semuanya, blog ini jadi blog pribadi dan Stars in Ur Eyes dihapus. Pilihan ketiga, Blog ini tetap pada posisinya menjadi tempat curhat dan puisi-puisi, Stars in Ur Eyes akan kujadikan tempat buat belajar nulis fiksi lagi, dan Bintang Bercerita tetap pada posisinya sebagai blog utama. Sekarang sih masih dominan di pilihan ketiga. We’ll see…
Pengen segera nulis yang bener-bener nulis lagi di sini. Postingan ini Cuma tanda bahwa blog ini belum dilupakan sama yang empunya. Wish me back soon with my words…


>