19 April 2011
Hanya Untukmu....
bilaku sedang jatuh cinta?
setiap hela nafasku
bahagia...
mengenal hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwa
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah jawaban semua doa
semua yang kurasa
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
haruskah diriku
bertanya pada bintang-bintang?
pantaskahku mengharap cintanya?
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah pelita
di dalam jiwa
semua yang kurasa
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
hanyalah untukmu...
[Ten2five]
13 April 2011
Kumpulan Notes FB
by Ismi Muthiah Aliah on Friday, November 26, 2010 at 3:42am
Sahabat, begitu kamu slalu memanggilku...
Orang yg seharusnya kau percaya untuk jd sandaranmu...
Orang yg semestinya punya cukup arti dalam hidupmu..
Tapi di manakah aku di hatimu?
Apakah aku nyata buatmu?
Lalu kenapa kamu harus selalu lari dariku?
Kenapa aku selalu jd yg terakhir tau tentangmu?
Slalu mencarimu,
Tapi tak tau harus ke mana menemukanmu...
Kau di sana,bersembunyi dalam gelap duniamu...
Aku cuma ingin kamu tau,
Aku masih di sini, untukmu...
Aku ada,dan berharap bisa slalu ada...
Tidak hanya menemanimu tertawa,
Tp juga ketika kau dirundung duka..
Aku ingin jadi pelipur lara...
Maka cobalah kau buka mata,
Lihat,
Aku masih ada...
*for a long-lost bestfriend, i'm still here...
Sabar...
by Ismi Muthiah Aliah on Tuesday, September 7, 2010 at 11:30am
pernahkah kamu lelah berdoa?
Siang dan malam kau pinta
Bahkan di sepertiga terakhir kau terjaga
Namun jawaban itu tak kunjung tiba...
Lalu kau mulai bertanya-tanya..
Ada apa dg dirimu?
Tidakkah TUHAN mendengarmu?
Lalu kau mulai meragu..
Benarkah DIA menyayangimu?
Ataukah dia mengabaikanmu..
Meninggalkanmu..
Semua janjiNya hanya palsu..
Pernahkah kamu sadar?
Sudahkah kamu cukup sabar?
Karena TUHAN Maha Mendengar..
Semua hanya masalah waktu...
Tuhan tahu,
tapi menunggu...
Hujan,aku ingin pulang...
by Ismi Muthiah Aliah on Sunday, August 22, 2010 at 6:34am
Hujan di minggu siang. Langit kelabu seolah mengejekku. Mencurahkan limpahan air dg murkanya.
Aku tidak pernah menyukainya. Walau tahu,itu adalah rahmat Sang Pencipta. Walau banyak yg mengharapkannya. Petani-petani yg berharap kesuburan tanamannya. Mereka yg lelah yg mendambakan tidur dg lelapnya. Menjadi sedikit obat buat mereka yg sedang menahan lapar dan dahaga. Tetap saja,aku tak pernah menyukai langit kelabu dan hujannya.
Semakin deras. Jatuh dg keras. Dan aku hanya bisa terduduk lemas. Di antara tumpukan pakaian dan barang yg telah ku kemas...
Aku ingin pulang...ke hangatnya cinta Bunda. Meskipun kadang ku benci dg perlakuannya yg seringkali masih menganggap aku sebagai gadis kecilnya. Namun aku ingin pulang padanya. Menuntaskan rindu. Mengenyahkan penat yg sering mengganggu. Menenangkan hati yg kerap dihinggapi ragu. Mengusir sepi yg kian akrab menyelimutiku
Aku ingin pulang...
Hujan belum juga reda. Masih menyisakan tetes-tetes airnya. Namun tak menyurutkan tekadku yg akhirnya memilih menerobosnya. Basah dan kedinginan karenanya. Tapi aku benar-benar tak peduli. Aku hanya ingin pulang...
Hujan,cepatlah reda...
Berhenti
aku ingin berhenti..
Sebelum semuanya terlalu jauh menyeretku ke dalam jurang kesedihan untuk kesekian kalinya.
Seharusnya aku memang bisa berhenti..
Dari angan2 kosong yang hanya akan membuatku hancur dan terluka
Seharusnya sejak awal aku bisa berhenti
Mencegah diriku jatuh..
Karena setiap kali jatuh,aku tau aku akan selalu jatuh begitu dalam..
Aku ingin berhenti...
Berhenti gelisah
Berhenti bertanya-tanya
Berhenti dari harapan semu
Berhenti dari semua kelabilanku
Berhenti dari kerapuhan yg begitu mudah menggoyahkanku
Berhenti terus berlari dan bersembunyi
Berhenti menyiksa diri
Berhenti dari keputus-asaan
Berhenti menatap dari kejauhan
Berhenti bermimpi terlalu muluk
Berhenti dari tabiat buruk
Berhenti tersesat dan kehilangan arah
Berhenti terombang-ambing di tengah samudra
Aku ingin berhenti..
Tuhan,mohon bantu aku menepi..
Untukmu, Teman Seperjuanganku...
by Ismi Muthiah Aliah on Sunday, August 8, 2010 at 9:04am
Ingatkah dulu waktu kita masih lugu?
Wajah polos yang penuh rasa ingin tahu
Tentang sebuah dunia asing yang sama sekali baru
Lalu kita bertemu
Saling tahu
menghabiskan banyak waktu
Dan kemudian menyatu…
Tangis adalah tawa
Bahagia jadi air mata
Semuanya terasa sama,
Indah dan tak bisa terlupa
Karena kalian ada….
Kini kita berdiri di batas waktu
Mengambil langkah untuk bergerak maju
Menjemput karunia yang sedang menunggu
Mencari bahagia yang kita tuju
Meski tidak tahu, ke mana hidup kan memaksa kita berpacu
Tidak tahu akan bagaimana kelak kita bertumbuh
Tidak tahu di tanah mana suatu saat kita akan berlabuh
Yang aku tahu hanya satu….
AKU MENYAYANGIMU…
Slalu…
[08 Agustus 2010, teruntuk teman seperjuanganku tercinta…I’ll always love you…]
Bukan Pelangi....

Untuk melihat indahnya pelangi,
kau harus sabar menunggu hujan reda
Hanya saja aku tak butuh pelangi,
Aku hanya ingin matahari selalu ada di siangku,
Dan bintang setia menemani malamku
Karena pelangi hanyalah bias cahaya yang semu,
Dalam sekejap,
indahnya akan segera lenyap
Sedangkan bintang dan matahari punya cahaya yang sebenarnya
Mereka ada, mereka nyata
Maka aku tak perlu menanti hujan
Cukup membuka mata,
dan mensyukuri setiap cerah langitNya
05 April 2011
Cahaya...

Tawarkan sebentuk rasa,
Secercah asa...
Entah bagaimana,
Hati yang sempat membatu pun tergugah
Tak kuasa menolak hadirnya..
Seperti cahaya,
Menerangi gelap semesta
Serupa bintang di angkasa,
Menabur kemilau di malam gulita
Menghapus wajah sepi yang muram durja
Tak satupun kata
Yang mampu terbahasa
Hanya mengucap syukur pada Sang Pencipta
Terima kasih, untuk hadirnya...
Terima kasih untuknya,
yang menjadikan hidupku kian sempurna.


>