Tampilkan postingan dengan label artship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artship. Tampilkan semua postingan

13 April 2011

Bukan Pelangi....


Mereka bilang,

Untuk melihat indahnya pelangi,

kau harus sabar menunggu hujan reda


Hanya saja aku tak butuh pelangi,

Aku hanya ingin matahari selalu ada di siangku,

Dan bintang setia menemani malamku


Karena pelangi hanyalah bias cahaya yang semu,

Dalam sekejap,

indahnya akan segera lenyap

Sedangkan bintang dan matahari punya cahaya yang sebenarnya

Mereka ada, mereka nyata


Maka aku tak perlu menanti hujan

Cukup membuka mata,

dan mensyukuri setiap cerah langitNya

17 November 2010

Gelap...

Matahari itu pergi, sang biru pun menjauh meninggalkanku dalam kelabu. Sepi, gelap, hanya ada hujan dan gemuruh.

Lalu bintang-bintang itu datang. Kecil, redup, tapi bercahaya. Tersebar di semesta. Walau jauh, tapi aku bisa merasakan keberadaan mereka. Aku bisa melihat mereka tersenyum padaku. Menemani setiap malamku, menenangkan gelisahku. Menyinari gelap di sudut-sudut hati.

Hingga aku bisa melupakan kepergian matahari. Tidak perlu lagi mengharapkan kehadiran sang biru. Cukup bintang-bintang itu menemaniku…
Maka kumohon, malam…jangan cepat berlalu.

19 Oktober 2010

Hilang



Bercengkerama dengan gelap
Bertanya pada malam pekat
Adakah yang mampu enyahkan penat?

Aku lupa bagaimana tertawa
tanpa harus pura-pura
Aku lupa cara bercanda
dan merasa bahagia

Aku seonggok daging tanpa nyawa
Aku sebentuk raga tanpa jiwa

Kehilangan kata
Kehilangan rasa
Kehilangan makna
Kehilangan percaya

Ah, aku ingin hilang saja....

28 Juli 2009

Masih...


Seperti yang sudah pernah kukatakan beberapa kali padamu, aku ingin menjadi bintangmu. Bersinar untukmu, menemani malammu. Agar kau tak pernah merasa sepi.
Meski ku jauh, meski cahayaku sangat redup.
Aku cuma ingin menyinarimu dengan sedikit cahaya yang kupunya.
Meski tiada pernah kau tahu dan tiada pernah kau sadari.
Meski cahayaku tak pernah begitu berarti buatmu.
Aku masih tetap ingin menjadi bintangmu...

01 Mei 2009

tuK saTu biNtaNg

TOEK SATU BINTANG

Untukmu bintang,

Hatiku berlagu

Nada sendu yang kurangkai syahdu

Di tengah remang sinar lilin

Dalam gerimis hujan yang turun satu-satu

Aku mencipta

Aku menata rindu

Di sebait syair

Persembahan kalbu

Hanya buatmu

Bintang yang telah temani daku

Tetaplah ada

Tuk jadi bintangku

Slalu, satu !!!!!

Bintang Biru

Seperti samudra,

Aku tidak ingin rasamu mengering

Seperti hutan,

Aku ingin tatap itu tetap menyejukkan

Seperti langit,

Aku mau engkau terus menaungiku

Seperti bumi yang menjadi pijakanku

Aku mau engkau tak pernah lepas dariku

Aku ingin cahaya itu hanya untukku

Sebab hanya engkau,

Bintang di langit biruku…

Selalu,

Satu,

Seperti inginku..

110607

Kamu


Masihkah ada kamu

Untuk hari-hariku?

Masihkah slalu kamu,

Dalam hatiku?

Siapa kamu?

Aku juga tak tahu

Tapi mengapa kurindu?

Merapuh,

Tanpa dirimu

Katakan padaku

Karena ku tahu

Kau ada untukku

untitled

Detak itu masih memacu

Hidup masih berpacu dengan waktu

Sementara aku kian sering terjatuh

Terjerumus sepi yang kian mengganggu

Hari, datang dan pergi

Gelap dan sunyi

Hitam dan putih

Tiada semarak warna-warni

Masih adakah kata tersisa

Tuk bisa membahasakan hati?

Mungkin terlalu sering

Dengan sebelah mata kutatapi

Sehingga hidup tak mampu kumaknai

Atau kini harus kuresapi

Lagi, dan lagi

Agar aku mendewasa

Pahami kehidupan hakiki

Karena waktu kan terus berpacu

Dan aku tak ingin terjatuh

Bobrok

Keangkuhanku,

Jatuhkanku ke titik terindah hargaku

Hempaskan harkatku pada limit terkecil artiku

Terpuruk,

Tersudut,

Terperosok,

Terbelenggu,

Pikiran itu merajaiku

Memasung kebebasan langkahku

Ke titik terjauh dari hidup

Aku hilang...

For my LovELy GeCreTh.......


Kini, di ujung jalan ku berdiri

Menggenggam erat tanganmu

Kita telah berjalan, merangkak dan berlari

Sejauh ini tak terasa aral merintangi

Karena kau ada senantiasa teguhkan goyah hati

Kita selalu bernyanyi dan indah menari

Meski jua pernah hampir bisu dan mati

Kita angkuh menantang hari

Tegak lintasi maya menjangkau mimpi

Tak hiraukan dunia mencaci, membenci dan mengutuki

Kita....adalah kita!

Ketika semua mata enggan memandang lagi

Bahkan cahaya setitik tak rela menyinari

Kita mencoba berpijar sendiri, berjuang tuk berarti

Perjalanan telah usai, teman!

Mungkin harus ku lepas genggaman ini

Mungkin sudah saatnya untuk pergi

Mungkin kita kan melangkah di jalan sendiri

Namun tetap kita, adalah kita

Satu dan abadi

Meski bumi tak berputar lagi

Inginku

Seperti samudra,

Aku tidak ingin rasamu mengering

Seperti hutan,

Aku ingin tatap itu tetap menyejukkan


Seperti langit,

Aku mau engkau terus menaungiku

Seperti bumi yang menjadi pijakanku

Aku mau engkau tak pernah lepas dariku

Aku ingin cahaya itu hanya untukku

Sebab hanya engkau,

Bintang di langit biruku…

Selalu,

Satu,

Seperti inginku..




110607




Light of the soul


Saat pertama kali kutemukan sinarnya

Ku tahu dia begitu indah

Seberkas cahaya terang,

Sejuk dan memberi ketenangan

Hanya dengan memandangnya,

Mampu terangi semesta hati

Serasa kemegahan langit biru hadir di hadapanku

Menaungi pijakan langkahku

Ku tahu dia berasal dari tempat yang begitu tinggi

Begitu jauh tuk kujangkau

Namun bagaimanapun…

Aku kan slalu sama…

Tetap setia tuk mengagumi sinarnya…

30082006


 
Copyright (c) 2010 Langit Biru. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.