Maaf,tak seharusnya aku begini. Menjauhi dan menghindarimu seperti ini kesalahanmu. Meski mungkin kau juga tidak merasakannya. Ku juga tak tau apa ada bedanya saat aku tak ada dalam hidupmu. Mungkin cuma aku sendiri yang menderita.
Ku akui,aku memang pengecut yang tak punya nyali. Tak pernah cukup berani untuk menghadapi perasaanku sendiri. Tak ingin larut dalam rasa yang salah ini,tapi juga masih tak mampu untuk benar-benar tidak memperhatikanmu lagi.
Kamu sahabatku,dan ku harap selamanya akan tetap seperti itu. Jangan sampai semuanya hancur karena kebodohan yang masih kupelihara ini.
Aku cuma ingin kau tahu..aku menyayangimu. Rasa sayang yang semoga tetap pada tempatnya sebagai seorang sahabat. Jikapun kelak Tuhan merencanakan lain,aku akan belajar untuk ikhlas. Karena aku yakin, Dia yang Maha Tahu apa yg kubutuhkan.
18 Juni 2009
02 Juni 2009
Kamu,Kamu, dan kamu
Kamu sudah kembali, setelah berhari-hari aku tak melihatmu. Ada bahagia sekaligus perih...
Bahagia karena kamu kembali dengan selamat, dan aku bisa melihatmu seperti dulu lagi. Perih, karena lagi-lagi hatiku merasakan sakit itu. Rasa sakit yang selalu muncul begitu saja saat melihamu.
Sungguh menyebalkan....
Aku menjadi semakin membenci diriku. Membenci kedua mataku yang selalu bisa melihat sosokmu di manapun kau berada, meski di tengah keramaian ataupun dalam kegelapan. Membenci kedua telingaku yang begitu mengenali suaramu. Membenci jantungku yang tak bisa berdetak dengan normal bila ada di dekatmu. Membenci hatiku yang selalu senang saat mendengar namamu dan segala hal tentangmu. Membenci pikiranku yang selalu saja menghadirkan bayangmu tanpa pernah bisa ku cegah. Aku muak dengan semua ini.
Ini memang sepenuhnya salahku dan kebodohanku. Kamu tak punya salah sama sekali. Bahkan kamu mungkin tak pernah tahu dan memang tak perlu tahu.
Sekali lagi aku mencoba untuk berdiri. Bangkit dari kebodohan ini. Candu yang telah mengacaukan pikiranku. Ku tahu akan ada yang terbaik pada waktu yang baik. Yang perlu kulakukan adalah tetap bersabar menunggu, berdoa dan memperbaiki diri, juga menjaga hati. I'll try to keep walking in the right line...
Bahagia karena kamu kembali dengan selamat, dan aku bisa melihatmu seperti dulu lagi. Perih, karena lagi-lagi hatiku merasakan sakit itu. Rasa sakit yang selalu muncul begitu saja saat melihamu.
Sungguh menyebalkan....
Aku menjadi semakin membenci diriku. Membenci kedua mataku yang selalu bisa melihat sosokmu di manapun kau berada, meski di tengah keramaian ataupun dalam kegelapan. Membenci kedua telingaku yang begitu mengenali suaramu. Membenci jantungku yang tak bisa berdetak dengan normal bila ada di dekatmu. Membenci hatiku yang selalu senang saat mendengar namamu dan segala hal tentangmu. Membenci pikiranku yang selalu saja menghadirkan bayangmu tanpa pernah bisa ku cegah. Aku muak dengan semua ini.
Ini memang sepenuhnya salahku dan kebodohanku. Kamu tak punya salah sama sekali. Bahkan kamu mungkin tak pernah tahu dan memang tak perlu tahu.
Sekali lagi aku mencoba untuk berdiri. Bangkit dari kebodohan ini. Candu yang telah mengacaukan pikiranku. Ku tahu akan ada yang terbaik pada waktu yang baik. Yang perlu kulakukan adalah tetap bersabar menunggu, berdoa dan memperbaiki diri, juga menjaga hati. I'll try to keep walking in the right line...
01 Mei 2009
wajah baru juga di sini!!!
Tadinya saya berpikir pengen fokus di sini aja ngeblognya...Tapi, rasanya kok sayang aja ya?Jadi pas kemarin punya waktu ku nyari2 template buat make overnya.
Sebagian isi blog ini adalah kumpulan tulisan jadul yang masih bisa terselamatkan. Ada yang sejak SMA, jaman masih semester satu dua, tapi ada juga yang emang mash baru. Niatnya sih di sini lebih fokus ke tulsan yang agak serius...di sebelah baru tulisan yang seenak jidat. Jadi ceritanya ku punya dua sisi. Sisi yang satu bisa dilihat di sini, satunya lagi di sini
Selain itu, mungkin ini buat menyiasati sifat burukku yang cepat bosenan. Jadi kalo lagi malas buat nulis yang serius-serius ku nulis di sebelah. Kalo lagi pengen sok puitis nulis di sini.
Semoga ku jadi tambah rajin nulis, I wish!!!!
Sebagian isi blog ini adalah kumpulan tulisan jadul yang masih bisa terselamatkan. Ada yang sejak SMA, jaman masih semester satu dua, tapi ada juga yang emang mash baru. Niatnya sih di sini lebih fokus ke tulsan yang agak serius...di sebelah baru tulisan yang seenak jidat. Jadi ceritanya ku punya dua sisi. Sisi yang satu bisa dilihat di sini, satunya lagi di sini
Selain itu, mungkin ini buat menyiasati sifat burukku yang cepat bosenan. Jadi kalo lagi malas buat nulis yang serius-serius ku nulis di sebelah. Kalo lagi pengen sok puitis nulis di sini.
Semoga ku jadi tambah rajin nulis, I wish!!!!


>