18 Oktober 2009

Maafkan Aku, Tuhan...

Tuhan, maafkan aku...Akhir-akhir ini sepertinya aku terlalu banyak memikirkannya tanpa pernah berusaha untuk mencegah diriku. Maafkan aku, aku tahu tidak seharusnya memelihara pikiran-pikiran liar itu. Membiarkan rasa itu tumbuh semakin lebat menguasai hatiku.
Aku tetap ingin mencintaiMu, melabihi besar cintaku pada apapun di dunia ini. Aku tidak ingin diperdaya oleh nafsu yang mengatasnamakan dirinya sebagai cinta. Meski ku tahu, sangat sulit bagiku untuk mengenyahkan itu semua.
Tapi aku akan sabar menunggu, terus meminta kepadaMu dengan segenap hati. Agar semua rasa ini berujung indah. Agar mimpi-mimpi ini menjadi nyata. Aku akan terus menyebut namanya dalam doa. Semoga akan ada hari itu...hari untuk aku dan dirinya...bersatu, dalam naungan cintaMu...Amin

04 Oktober 2009

But I hate that I Love U so....

Hari-hari itu sudah kembali, hari di mana aku harus bertemu denganmu lagi hampir setiap hari. Ternyata melewati tiga bulan tanpa melihatmu begitu berat. Rasanya dunia menjadi begitu gelap. Dan kini semuanya kembali terang, matahari di langit biruku jadi dua lagi. Walaupun ini juga sekaligus menyakitkanku. Lagi-lagi aku harus berperang dengan perasaanku sendiri…..

Sejujurnya aku sudah lelah. Menghindar, kembali, menghindar, kembali, menghindar dan terus kembali lagi. Hanya semakin membuatku menyadari apa nama dari perasaan ini. Jika memang ini hanya obsesi, mengapa aku bisa bertahan sampai bertahun-tahun?Jika hanya kekaguman semata, mengapa di mataku kau begitu sempurna, tak ada cela?

Aku lelah terus berlari dan berlari. Tak ada bedanya, jauh atau dekat. Rasa ini tak mejadi berkurang, malah semakin jelas, semakin kuat. Entah sejak kapan awalnya, aku mencoba mengingat-ingat. Mungkin sudah lebih dari tiga tahun ini, tidak ada orang lain, hanya kamu dan kamu. Di mataku, di mimpiku, di otakku, di telingaku, di benakku, di tulisanku..arrrrrgggghhhhhhh!!!!Lama-lama aku benar-benar gila…

Kadang aku berpikir, apakah kamu bisa merasakannya??Apakah kamu sebenarnya bisa membacanya?Walau itu kedengaran sepertinya aku terlalu berharap…Jika aku mengatakannya sungguh-sungguh, dapatkah kau mendengarnya???

Aku semakin membenci diriku sendiri yang tidak tahu diri. Terlalu banyak bermimpi. Jika saja aku masih bisa kembali. Jika saja hati bisa memilih….Jika, dan hanya jika…

15 September 2009

Mungkin

Sulit untuk memepercayai apa yang ku dengar. Kau bilang aku harus menunggumu, aku tidak boleh mendahuluimu dan kita harus bersama di wisuda nanti. Entahlah apa maksud di balik kata-katamu itu. Mungkin hanya sebuah kalimat biasa yang terucap dari mulut seorang sahabat, pesan bagi sahabatnya. Aku tidak berani berharap kata-kata itu berarti lebih…aku hanya sanggup menjawab dengan tulus,,,”Ya, aku akan menunggumu. Dan kamu harus tetap semangat untuk mengejar cita-cita itu.”
Meskipun belakangan aku tahu, akan agak sulit bagimu mewujudkannya. Lagi-lagi kamu harus rela menunda mimpi itu untuk suatu amanah yang cukup besar. Padahal aku tahu, kamu sudah cukup lelah bergulat dengan semua beban itu. Tapi itulah kamu dan segala kebaikanmu. Seandainya bisa, inginnya aku menanggung sebagian beban itu, agar pundakmu lebih ringan. Inginnya aku menjadi seseorang tempatmu berbagi, meski hanya sekedar mendengarmu berkeluh kesah, meski hanya menjadi tempat sampah buatmu, apapun yang kau butuhkan…
Mungkin aku akan tetap seperti ini…tetap menyayangimu sampai kapanpun. Mungkin aku akan menunggu…sebulan, dua bulan…setahun, dua tahun, atau entah berapa lama lagi aku sanggup. Walaupun tanpa kepastian, walaupun ini terlalu indah untuk jadi nyata, walaupun aku merasa semakin bodoh karenanya. Mungkin aku akan tetap menunggumu, memastikan apa yang ada di hatimu. Walau ku tahu sangat kecil kemungkinannya sama dengan hatiku.
Atau mungkin juga aku akan cepat menyadari ini semua tak lebih dari impian belaka, aku harus segera terjaga. Mungkin besok, lusa, seminggu lagi, atau setahun lagi aku akan segera melupakanmu dan menemukan sosok “dia” yang lebih tepat untukku. Mungkin suatu saat nanti aku akan membaca semua tulisan ini sambil menertawai diriku yang begitu polos. Mungkin …..
Ada sejuta kemungkinan yang bisa saja terjadi. Masa depan, biarlah menjadi rahasiaNya…..
Yang ku tahu sekarang ini, aku masih menyayangimu. Masih rasa sayang yang begitu sulit kudefinisikan apakah saying untuk seorang teman, sahabat, kakak, atau lebih dari itu…
Yang ku tahu, sekarang ini sinarmu masih menjadi sumber cahayaku. Matahari kedua yang bersinar di langit biruku pada siang hari. Dan bintang paling terang yang menyinari langit malamku.
Yang ku tahu, di hati ini masih ada kamu , dan semua tentangmu….
 
Copyright (c) 2010 Langit Biru. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.